Orangtua sering bertanya, “Apakah kegiatan berlatih bela diri tepat untuk aktivitas anak saya dan pada usia berapa anak saya dapat mengikuti latihan beladiri?”

Jawabannya adalah pertama dari pertanyaan tersebut adalah iya, dan karena terdapat berbagai alasan, misalnya :

Sebagian orang-orang yang baru mengenal dan belajar beladiri menganggap bahwa berlatih beladiri tidak mempunya tujuan yang jelas. Beberapa orang mungkin juga berpikir bahwa beladiri adalah hanya bergantung pada fisik semata dan hanya untuk membela diri. Tetapi manfaat dari belajar dan berlatih beladiri terutama pada anak-anak dan remaja lebih dari perbaikan fisik semata.  Manfaat berlatih beladiri dapat memutar spectrum atribut fisik, mental dan social yang dapat ditingkatkan dan dipelajari melalui berlatih bela diri. Secara fisik dapat meliputi kebugaran tubuh, pembelaaan diri. Sedangkan manfaat mental dapat meliputi peningkatan kemampuan belajar, pengaturan tujuan, meningkatkan kedisiplinan. Sementara manfaat secara social dapat meliputi meningkatkan rasa persaudaraan, peningkatan harga diri, penghormatan terhadap sesama.

Berlatih bela diri secara tidak langsung akan menggunakan fisik , tujuan yang ingin dicapai dengan berlatih fisik adalah meningkatkan kemampuan jantung, meningkatkan kekuatan otot dan mengatur keseimbangan. Kesemuanya itu merupakan ketrampilan yang dapat diperoleh dalam berlatih bela diri dan dapat pula untuk menghindari terjadinya cedera, misalnya belajar jatuh yang baik pada teknik lemparan atau bantingan yang ada di judo, jiujitsu, aikido dan lain-lain.

Menurut American Council on Exercise menyarakan bahwa anak yang aktif secara fisik biasanya memiliki masalah kesehatan yang sedikit kronis dibandingkan dengan anak-anak yang kurang bergerak. Terlepas dari semua jenis bela diri yang diikuti, gerakan-gerakan latihan bela diri adalah kegiatan yang bagus. Walaupun tidak membakar kalori seperti kegiatan kebugaran lainnya, kegiatan bela diri menggerakkan semua sendi dan kelompok otot. Dimana hal ini dapat dimulai sejak pemanasan kemudian peregangan, diikuti dengan latihan yang teratur dan peregangan akhir latihan. Berlatih secara rutin dan teratur dapat memperbaiki kebugaran.

Manfaat lain dari berlatih bela diri adalah pemberdayaan kemampuan perasaan untuk membela diri dari adanya ancaman secara fisik. Berlatih bela diri lebih banyak di tekankan pada aspek berlatih menggunakan teknik pertahanan diri. Metode yang dianggap tepat dan bervariasi serta latihan dengan kedisiplinan dan teratur  akan lebih banyak memberikan pengaruh pada hasil akhirnya pada anak-anak. Banyak sekolah seni bela diri yang juga mengajarkan teknik yang cerdik pada anak-anak untuk menghindari terjadinya masalah atau konflik. Atau dengan kata lain anak-anak diajarkan untuk tidak melakukan tindakan fisik walaupun memiliki kemampuan bela diri.

Bela  diri juga dapat membantu menanamkan bagaimana anak-anak dapat fokus pada sesuatu hal. Bela diri dapat membantu meningkatkan kemampuan untuk berkonsentrasi pada tugas dan menyelesaikan tugas tersebut. Materi kedisiplinan yang diajarkan pada tiap sekolah bela diri biasanya beragam dan dapat diterjemahkan ke dalam bidang kehidupan lainnya termasuk sekolah dan pekerjaan di rumah.

Tujuan utama berlatih bela diri adalah bagaimana menghormati sesama manusia. Berlatih memukul, menendang, membanting dan mengunci adalah sebuah pengantar bagaimana kepribadian seseorang dibentuk untuk berlatih menghormati sesama. Anak-anak belajar untuk patuh pada pelatih atau instruktur, menghormati senior dan menghormati sesama tingkatannya. Mereka belajar menghormati karena mereka juga ingin mendapatkan penghormatan yang sama.  Kualitas seni bela diri yang diberikan oleh instruktur lebih ditekankan pada penghormatan pada diri sendiri, orang tua, guru dan teman sebaya di setiap kesempatan.

Bela diri juga mengajarkan nilai-nilai yang terdapat pada pribadi anak untuk lebih percaya diri pada kemampuan yang dimilikinya. Secara umum, anak-anak yang telah belajar bela diri biasanya lebih percaya diri. Berlatih bela diri dengan menggunakan metode kenaikan tingkat dapat mendorong anak mencapai target yang terukur sehingga hal ini mampu mendorong psikologi anak lebih percaya diri. Anak-anak akan memiliki perasaan mempunyai prestasi karena telah menguasai salah satu atau beberapa teknik yang ada pada tingkatan sabuk tertentu.

Sumber :