Kenjutsu (剣 术), dapat diartikan sebagai “metode, atau teknik, pedang.” Istilah ini bertentangan dengan istilah Kendo, yang berarti jalan pedang.  Kenjutsu, berasal dari kelas samurai pada jaman pemerintahan feodal Jepang, dimana merupakan istilah umum untuk semua sekolah tradisional ilmu pedang (Koryu) di Jepang, khususnya pada jaman sebelum Restorasi Meiji dan gaya modern dari Kendo dan Iaido yang muncul pada sekolah-sekolah tradisional di akhir abad 19.

Kegiatan atau aktivitas yang dilakukan saat berlatih kenjutsu sangat bervariasi dari setiap sekolah (tempat berlatih), dimana kata sekolah di sini mengacu pada praktek, metode, etika, dan metafisika tradisi tertentu, namun secara umum termasuk praktek teknik berperang tanpa lawan dan teknik di mana dua orang dipasangkan Kata (yang menunjukkan serangan penuh ke tubuh dalam beberapa teknik atau gaya dan tidak ada serangan kontak tubuh yang diizinkan pada orang lain). Secara histori penggabungan menggunakan pedang bamboo (shinai) dan baju zirah (bogu) pada saat berlatih di tempat berlatih disesuaikan dengan kondisi masing-masing sekolah. Di zaman modern perkelahian menggunakan ilmu pedang dari Jepang lebih sangat terkenal dengan nama Kendo.

Kenjutsu

sumber :  http://en.wikipedia.org/wiki/File:Kenjutsu_at_the_Japanese_Garden.jpg

Diperkirakan kemungkinan bahwa pedang besi pertama yang diproduksi di Jepang pada abad keempat, berdasarkan teknologi yang diimpor dari China melalui semenanjung Korea. Sementara itu pedang juga secara jelas mempunyai peran dalam budaya dan agama yang sangat penting di Jepang kuno, seperti pada periode Heian ketika pedang melengkung yang diakui dan dikembangkan secara global di Jepang, dan pada saat itu pedang menjadi senjata penting serta menjadi barang simbolis. Tidak ada garis keturunan aliran Kenjutsu yang dikenal dan selamat dari periode ini, sekolah tertua yang masih ada saat ini muncul pada periode Muromachi (1336-1573. Tiga sekolah utama muncul selama periode ini antara lain :

  • Kage-ryu (Aizu) (Aisukage ryu)
  • Chujo-ryu
  • Tenshin Shōden Katori Shinto-ryu

Sekolah-sekolah tersebut membentuk berbagai macam aliran untuk teknik atau  gaya memainkan pedang, misalnya dari ITTO ryu telah bercabang Ono-ha Itto ryu dan Mizoguchi-ha Itto-ryu. Di pulau Okinawa, seni Motobu Udundi mencakup metode unik dari kedua Kenjutsu dan Iaijutsu. Aliran system teknik memainkan pedang ini yang masih bertahan dari Okinawa. Hal ini merupakan seni bela diri dari keluarga bangsawan Motobu selama periode Kerajaan Ryukyu.

Selama periode zaman Edo sekolah-sekolah Kenjutsu menjamur lebih dari lima ratus sekolah, teknik pelatihan & peralatan yang juga berkembang. Hal ini dikarenakan pada abad kesembilan belas perkembangan dari praktek menggunakan pedang bambu, shinai, dan baju besi pelindung, bogu diperbolehkan. Sehingga hal tersebut memungkinkan praktek dengan teknik kecepatan penuh pada pertandingan, dan juga mengurangi bahaya dan risiko serius untuk para murid-murid selama berlatih. Sebelum periode ini, latihan kenjutsu sebagian besar terdiri dari latihan teknik dasar dan kata berpasangan, menggunakan praktek yang solid pedang kayu (bokutō), atau pisau.

Mulai tahun 1868, pada saat restorasi Meiji menyebabkan pecahnya kelas militer dan modernisasi Jepang. Pada saat itu kelas samurai secara resmi dibubarkan, maka murid yang berlatih kenjutsu mengalami penurunan. Penurunan ini berlangsung selama sekitar dua puluh tahun, sampai peningkatan kesadaran nasional yang menyebabkan peningkatan penggunaan kembali seni pedang tradisional, terutama dalam militer dan polisi.

Pada tahun 1886 Kepolisian Jepang mengumpulkan semua sekolah kenjutsu di Jepang untuk membuat standard latihan. Proses standarisasi pelatihan bela diri berlanjut ketika, pada tahun 1895, sebuah badan untuk seni bela diri di Jepang, Dai Nippon Butoku Kai, didirikan. Standarisasi ini berlangsung selama bertahun-tahun sampai pada tahun 1912 sebuah dekrit resmi dirilis oleh Dai Nippon Butoku Kai. Dekrit ini menyoroti kurangnya kesatuan dalam pengajaran, dan memperkenalkan pengajaran kurikulum inti standar kenjutsu. Kurikulum inti ini dan sepuluh Kata telah  dikembangkan menjadi seni bela diri modern dari kendo. Hal ini bisa dianggap sebagai akhir dari pengembangan kenjutsu dan kenjutsu itu ditransmisikan ke kendo modern.

Salah satu senjata pelatihan yang umum digunakan adalah pedang kayu (bokuto atau bokken). Karena berbagai alasan, banyak sekolah menggunakan bokuto yang dirancang sangat khusus, dengan  mengubah bentuk, berat dan panjang sesuai dengan spesifikasi style. Sebagai contoh, bokuto digunakan dalam Yagyu Shinkage-ryu relatif tipis dan tanpa pelindung tangan dalam rangka untuk menyesuaikan pendekatan karakteristik sekolah untuk melawan. Atau, praktisi Kashima Shin-ryu menggunakan pedang yang lebih tebal dari rata-rata dengan kelengkungan bokuto serta dengan gagang yang agak besar. Hal ini tentu saja cocok baik untuk prinsip-prinsip yang berbeda Kashima Shin-ryu pada perkelahian.

Pada beberapa sekolah, latihan dengan menggunakan fukuro shinai (pedang bambu ditutupi dengan kulit atau kain) dimana siswa dalam keadaan tidak memiliki kemampuan untuk mengendalikan dengan aman bokuto pada kecepatan penuh atau sebagai tindakan pencegahan keselamatan umum.

Sebuah ciri khusus dari silabus kenjutsu secara umum adalah menggunakan katana/pedang secara pasangan atau Daito dan wakizashi shoto atau sering disebut sebagai nitōjutsu (二 刀 术 atau dua metode pedang). Gaya atau teknik yang diajarkan disebut nitōryū (二 刀 流  atau dua pedang sekolah); Sebaliknya untuk aliran Itto-ryu (一刀 流 atau satu pedang sekolah). Salah satu pelopor yang paling terkenal dari nitōjutsu adalah Miyamoto Musashi (1584 – 1645), pendiri Hyōhō Niten Ichi-ryu, yang pendukung dalam Kitab Lima Lingkaran. Nitōjutsu namun tidak unik untuk Hyoho Niten Ichi-ryu, juga tidak untuk nitōjutsu terbentuknya Musashi. Kedua Tenshin Shōden Katori Shinto-ryu yang didirikan dalam periode Muromachi awal (ca. 1447), dan Tatsumi-ryu yang didirikan pada periode Eishō (1504-1521), mengandung kurikulum nitōjutsu yang luas dan selain itu juga sebelum terjadinya pendirian Musashi Hyoho Niten Ichi-ryu.

Sumber :

http://en.wikipedia.org/wiki/Kenjutsu