Perkelahian tongkat adalah istilah umum untuk seni bela diri yang menggunakan peralatan sederhana yang panjang dan ramping, tumpul, dipegang tangan, umumnya berbentuk  ‘tongkat’ kayu  untuk berkelahi atau bertahan seperti ,tongkat, pentungan atau sejenisnya.

Beberapa teknik juga dapat menggunakan payung yang cukup kuat atau bahkan pedang dengan sarungnya, atau alat senjata tumpul yang  lebih tebal dan atau lebih berat seperti senjata tumpul pada klub atau gada yang di luar ruang lingkup ‘perkelahian tongkat’ (karena mereka tidak dapat memegang dengan presisi, sehingga hanya mengandalkan kekuatan semata-mata dan yang lebih penting dampak kerusakannya).

Perkelahian dengan Tongkat (Sumber : http://www.wintvworld.com)

 

Meskipun terdapat banyak sistem teknik tempur bertahan atau defensif, yang bertujuan untuk digunakan bila diserang  dengan senjata ringan, adapun yang lainnya seperti kendo (salah satu disiplin ilmu beladiri dari  Jepang yang  menggunakan ‘pedang’ terbuat dari sebuah bambu, yang lebih dikenal dengan nama shinai) dan dikembangkan sebagai metode latihan yang aman untuk menahan serangan senjata yang  berbahaya. Bagaimanapun sejarah asal dan penggunaan senjata dalam beladiri, banyak yang mengadopsi untuk diperlakukan sebagai salah satu jenis olahraga.

Disamping itu  secara khusus dalam  seni bela diri terutama perkelahian menggunakan tongkat, pada disiplin beladiri tertentu lainnya sudah termasuk di dalamnya, seperti dalam kung fu (berbagai variasi tersebut adalah bagian dari senjata tradisional Cina), atau hanya sebagai bagian dari latihan polivalen termasuk senjata yang lain danatau perkelahian  tangan kosong, misalnya menggunakan Kettukari (tongkat agak panjang), Cheruvadi atau Muchan (stik, lebih pendek dan lurus) dan Otta (stik lengkung) dalam tradisi  Kerala Kalarippayattu, di mana senjata-senjata kayu berfungsi sebagai latihan awal sebelum praktek menggunakan senjata berbahan logam yang  lebih berbahaya.

sumber :

http://en.wikipedia.org/wiki/Stick_fighting