Seringkali pada seni bela diri terjadi cedera pada lutut dan ini terjadi sebagai hasil dari model latihan yang  mengabaikan struktur lutut. Lutut secara kompleks lebih  berfungsi secara sebagai engsel, yang dengan fleksi dan ekstensi menjadi  gerakan utama, meskipun dalam jumlah yang lebih rendah dari medial-lateral rotasi yang diijinkan. Kerusakan lutut sebenarnya  merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari latihan  bela diri dan tidak perlu terjadi jika pada latihan bela diri peduli atau  memperhatikan pada struktur lutut.

Jika pada proses latihan  anda  memaksakan keinginan berlatih melawan rasa sakit, daripada memperhatikan struktur lutut, kerusakan yang dapat melemahkan dapat terjadi dari waktu ke waktu.  Kekuatan tendangan secara penuh ke udara tipis atau pengarahan yang kurang dari kaki pendukung pada  tendangan putaran dapat menyebabkan hiperekstensi pada lutut kaki yang menendang atau rotasi yang berlebihan dari kaki pendukung masing-masing, yang mengorbankan integritas bersama. Secara sederhana, praktek-praktek ini cenderung mengacaukan posisi lutut Anda ke atas. Latihan yang difungsikan dalam batas-batas parameter fungsi lutut yang normal lebih memungkinkan sendi untuk lebih bertahan dan berkembang.

 

Cidera pada lutut (sumber : From seniorjournal.com)

 

Mencegah kerusakan lutut lebih lanjut

Gerakan tertentu pada saat latihan, dan teknik tertentu dapat menimbulkan masalah lutut. Terkadang terdapat keluhan  terjadi masalah pada lutut jika membuat posisi kaki kuda-kuda dan melakukan satu gerakan serangan bentuk tendangan. Hal ini sebenarnya tidak menimbulkan masalah jika dilakukan  pada posisi kaki (kuda-kuda) yang benar (posisi betul-betul kuat dan seimbang). Dengan menggeser posisi kaki pada kuda-kuda yang seimbang dan benar serta melakukan tendangan pada sasaran yang tepat maka tidak akan berpengaruh lebih besar pada lutut, sekalipun terdapat masalah pada lutut tersebut. Hal ini di dasarkan karena dengan posisi kuda-kuda yang benar akan memberikan tekanan yang tidak berlebihan pada engsel lutut, sehingga walaupun melakukan suatu tendangan yang keras dan cepat tidak akan berpengaruh secara signifikan terhadap rotasi engsel lutut.

Tidak seorangpun menginginkan terjadi cedera pada saat latihan atau semakin memperburuk keadaan lutut yang bermasalah dengan pola latihan yang tidak benar. Untuk itu perlu adanya pengertian dan pemahaman secara mendalam baik dari pribadi atlet maupun dari pelatih dalam memahami masalah cedera ini.  Pesan moral dari tulisan ini adalah, kita harus memperhatikan kondisi anggota tubuh kita sendiri daripada melakukan latihan dengan memperhatikan apa yang kita dengar.

 

Sumber (diterjemahkan secara bebas) :

http://www.epicmartialartsblog.com/martial-arts-injuries-damage-to-knee-joint/  diakses pada 16 Februari 2012