Banyak orang awam atau orang yang masih baru berlatih beladiri dari Jepang yang belum atau tidak mengetahui mengenai arti kata “OSU”.

Huruf Kanji "OSU"

 

“OSU” terdiri dari dua huruf kanji, “o” yang berarti untuk “push” yang melambangkan seratus persen usaha dan “su” yang berarti “bertahan”. Gabungan dari kedua kata ini “OSU” adalah sebuah janji untuk melakukan yang terbaik dan bertahan.  “OSU” adalah suatu istilah yang digunakan dalam seni bela diri terutama yang asalnya dari negara Jepang, mix martial arts yang mempunyai arti : ya, halo, selamat tinggal, dan aku mengerti.

Sebagai contoh :

Pelatih (sensei) : “Apakah semua orang siap berlatih???”

Siswa : “OSU!”

Guru : “Mulailah ”

Contoh di atas adalah afirmasi umum, dimana kata ini dimaksudkan untuk menunjukkan rasa hormat, ini juga biasanya digunakan dalam sebuah pertandingan.

“OSU” diucapkan seperti “os”.
OSU – “Biarkan pertandingan mulai”

Seni beladiri memerlukan banyak sikap kedisiplinan baik yang melibatkan refleksi diri dan refleksi diri tersebut lebih peduli dengan sebuah nilai kebenaran yang tidak pernah terbantahkan oleh sebuah imbalan dalam bentuk apapun juga.

Beberapa siswa terkadang akan berpura-pura melakukan kegiatan dalam latihan atau berpura-pura berlatih dengan keras hanya jika diperhatikan oleh pelatihnya (sensei). Type siswa seperti ini masih banyak ditemui di beberapa dojo beladiri, atau dengan istilah lain usaha mereka ini tidak “diam”. Siswa di dojo untuk belajar seni beladiri bukan untuk  memberikan kesan terbaik bagi pelatihnya. Seberapa banyak dari mereka belajar semata-mata tergantung dari seberapa besar dan seberapa keras mereka berusaha meraihnya. Apabila para siswa melakukan suatu usaha yang terbaik hanya jika diperhatikan oleh pelatihnya, hal ini pasti akan tercermin dalam cara dan teknik yang mereka miliki.

Terdapat suatu istilah bahwa sebuah bunga yang mekar dalam sebuah hutan terpencil tidak kalah indahnya dengan suatu bunga yang tumbuh di sebuah taman dimana setiap orang dapat melihatnya. Seorang siswa yang belajar seni beladiri terkadang akan berkata “OSU” dengan suara yang normal, tetapi mereka juga dapat mengatakan dengan suara yang cukup lantang, dimana kata ini dapat menggantikan “halo”, “selamat tinggal”, “ya”, “OK” atau “saya mengerti”. tidak peduli bagaimana dan kapan itu diucapkanya, bagaimanapun pula, “OSU” akan menegaskan kembali salah satu pelajaran yang paling penting dalam seni beladiri.

Sumber  (diterjemahkan secara bebas dari ) :

http://www.urbandictionary.com/define.php?term=osu

http://www.uskl.org/osu.cfm