Perlengkapan standar yang digunakan dalam latihan :

Seragam (Gi), seragam yang dikenakan oleh seorang jujitsan harus sesuai dengan ukurannya dan cukup longgar. Hal ini akan dapat mempengaruhi penampilan dalam melakukan suatu gerakan dan dapat mengurangi risiko terjadinya cedera saat berlatih.

Celana, ukuran yang dipakai harus sedikit longgar sehingga dapat memberikan sirkulasi udara yang cukup bagi tubuh. Antara ujung celana dengan pergelangan kaki mempunyai selisih sekitar 5-10 cm. Untuk panjangnya sekurang-kurangnya lebih dari dua pertiga panjang kaki.

Seragam latihan (Gi)

 

 

 

Ikat pinggang (sabuk),  ikat pinggang harus cukup panjang dan disesuaikan dengan ukuran tubuh. Ikat pinggang ini pada saat dikenakan setidaknya masih menyisakan 20-30 cm yang menjuntai pada masing-masing sisi.

Ikat pinggang atau sabuk

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Mengenakan seragam,

Celana dikenakan terlebih dahulu, bagi Ju-jitsan pria disarankan untuk menggunakan pelindung kemaluan terlebih dahulu baik pada saat berlatih maupun pada saat pertandingan. Tarik  dengan kencang tali pada kedua sisi celanan agar tidak mudah terlepas pada saat berlatih. Kemudian kenakan Gi, dan ikat pada bagian dalamnya. Yang terakhir adalah mengenakan ikat pinggang atau sabuk dengan cara meletakkan tengah-tengah sabuk di depan perut, kemudian kedua ujung sabuk diputar melingkar di belakang kembali ke depan, pegang kedua ujung sabuk kemudia talikan dengan kedua ujung berakhir secara horisontal. Simpulkan dengan kencang sehingga tidak mudah terlepas.

Perlengkapan tambahan :

Matras, pertandingan Ju-jitsu diselenggarakan di atas karpet atau matras (tatami) berbentuk segi empat (belah ketupat). Ukuran standard untuk pertandingan Ju-Jitsu adalah 8 x 8 Meter dan minimal 7 x 7 meter.   Matras ini dapat terbuat dari bahan sintetis, ijuk, sabut kelapa dan lain-lain. Matras ini digunakan untuk menghindari terjadinya benturan yang keras pada saat berlatih ataupun bertanding yang dapat menimbulkan cedera bagi atlit.

Target sasaran.

Beladiri Ju-jitsu mempunyai beberapa teknik pukulan dan tendangan. Untuk dapat melakukan teknik pukulan dan tendangan dengan baik, benar dan tepat sasaran, seorang Ju-Jitsan dapat menggunakan peralatan tambahan yaitu :

Sansak (punching bag), dapat terbuat dari bahan kain terpal, karung goni, kulit maupun bahan elastis. Sedangkan isinya dapat terbuat dari pasir, serutan gergaji kayu, serutan ban luar mobil maupun kain perca.

Pelindung,

Beladiri Ju-Jitsu merupakan salah satu cabang olah raga yang dapat dikategorikan berisiko, sehingga menuntut setiap atlet yang berlatih untuk berkonsentrasi penuh pada saat berlatih dan bertanding. Disamping itu untuk dapat melindungi dan mengurangi terjadinya risiko maka seorang atlet seyogyanya mempunyai perlengkapan pelindung secara pribadi.