Latest Entries »

Shorinji Kempo


Shorinji Kempo (少林寺拳法) adalah salah satu dari seni bela diri yang berasal dari Jepang. Di Indonesia biasa disebut dengan Kempo saja. Shorinji Kempo diciptakan oleh Doshin So  (宗 道臣) pada tahun 1947 sebagai sistem pelatihan dan pengembangan diri (行: gyo atau disiplin dalam bahasa jepang). Kata Shorinji Kempo sendiri berasal dari kata sho = hutan, rin = bambu, ji = kuil, ken = aturan dan kempo bermakna “jalan hidup”.

Image result for kempo indonesia

Sumber gambar: https://id.wikipedia.org/wiki/Shorinji_Kempo
Metode latihannya berdasarkan pada filosofi “jiwa dan tubuh adalah sebuah kesatuan yang tak terpisahkan”(心身一如: shinshin ichinyo) dan “melatih tubuh dan jiwa” (拳禅一如: kenzen ichinyo). Dengan cara tersebut Shorinji Kempo mempunyai tiga manfaat yaitu: “pelatihan dan pertahanan diri”(護身錬鍛: goshin rentan), “pelatihan mental” (精神修養: seishin shuyo) dan “meningkatkan kesehatan”(健康増進: kenko zoshin).
Menurut tradisi,yang membawa teknik-teknik bertarung (kempo India, tenjiku nara no kaku, atau ekkin gyo) adalah Bodhidharma (leluhur Zen) ke Cina 1500 tahun yang lalu setelah ia meninggalkan India untuk menyalurkan pengajaran sejarah Buddha yang benar dan mengakhiri perjalanannya di Vihara Shaolin Kuil Shaolin Songshan yang kini dikenal sebagai Propinsi Hainan. Kemudian, teknik-teknik ini melahirkan beragam seni bela diri yang tersebar ke seluruh daratan Cina.
Pada tahun 1928, Kaiso melakukan perjalanan ke Cina dengan tujuan yang kuat, dan ia mempelajari teknik-teknik esoterik dari berbagai guru yang ia temui sehubungan dengan ”pekerjaannya yang tidak biasa”.
Kaiso memperhatikan bahwa dalam semua ilmu bela diri yang telah dipelajarinya, ada tiga unsur gerakan mendasar — gerakan berputar, lurus dan melambung — dan berdasarkan penggabungan unsur-unsur inii ada 10 metode; metode halus (ju ho): yakni menunduk, melempar, memutar, menekan, mencekik dan membungkuk; serta metode keras (go ho) memukul, menyerang, menendang dan memotong. Kemudian ia menganalisa dan menyusun gerakan ini dengan prinsip fisik dan fisiologi. Kaiso bermaksud membuat metoda untuk melatih tubuh dan pikiran secara bersamaan sebagai inti bela diri. Latihan fisik, pendidikan jasmani, dan selanjutnya membantu menyempurnakan karakter seseorang. Oleh karenanya, ia menggunakan peraturan latihan yang mudah yang dilukiskan pada dinding byaku-eden di Kuil Shaolin dan menyusunnya kembali ke dalam bentuk yang sesuai dengan masanya. Kemudian ditambah pengalaman bertempur yang berharga yang diperolehnya selama masa perang, memasukkan elemen ciptaannya sendiri, dan terbentuklah Shorinji Kempo.
Nama Shorinji Kempo timbul dari kenyataan bahwa suhu Kaiso, Tai Zong Wen, biarawan Kuil Shaolin, menyalurkan warisan Giwamon ken(義和門拳) kepada Kaiso di Kuil Shaolin. Kaiso ingin melanjutkan nama Shorinji dan kaitan-kaitannya dengan suhu penemu Zen- Boddhidharma serta menghormati pembentukan kembali latihan teknik bela diri sebagai gyo. Sejak zaman dahulu di Cina dan Jepang, seni bela diri yang mekar di Kuil Shaolin Songshan di Propinsi Hainan Cina telah dikenal sebagai seni bela diri Shaolin (shorin bujutsu), di antara gaya-gaya tanpa senjata ini dikenal sebagai Pukulan Shaolin (shorin ken) atau Seni Pukulan Shaolin (shorin Kenjutsu). Sebaliknya, ”Shorinji Kempo” merupakan versi bela diri baru sejak pasca perang Jepang. Ia dibentuk oleh Kaiso berdasarkan teknik-teknik yang ia pelajari pada masa mudanya, kemudian disusun kembali sesuai dengan masa sekarang dan dikembangkan dengan unsur-unsur ciptaannya sendiri.
Karena seni bela diri kempo waktu itu menjadi bagian dari latihan bagi para calon bhiksu, dengan sendirinya ilmu itu harus mempunyai dasar falsafah yang kuat. Dengan dilandasi agama Budha, yaitu tidak boleh membunuh dan menyakiti, maka semua kenshi (pemain Kempo) dilarang menyerang terlebih dahulu sebelum diserang. Hal ini menjadi doktrin Kempo, bahwa “perangilah dirimu sendiri sebelum memerangi orang lain”. Berdasarkan doktrin ini mempengaruhi pula susunan beladiri ini, sehingga gerakan teknik selalu dimulai dengan mengelak/menangkis serangan dahulu, baru kemudian membalas. Selanjutnya disesuaikan menurut kebutuhan yakni menurut keadaan serangan lawan.
Dharma selalu mengajarkan bahwa disamping dilarang menyerang juga tidak selalu setiap serangan dibalas dengan kekerasan. Sehingga dalam ilmu kempo itu lahirlah apa yang berbentuk mengelak saja. Cukup menekukkan bagian-bagian badan lawan, kemudian mengunci dan apabila terpaksa barulah dilakukan penghancuran titik-titik lemah lawan.
Bentuk yang pertama dikenal sebagai Juho dan yang berikutnya sebagai Goho. Setiap kenshi diharuskan menguasai teknik Goho (keras) dan Juho (lunak), artinya tidak dibenarkan apabila hanya mementingkan pukulan dan tendangan saja dengan melupakan bantingan dan kuncian.
Manji telah digunakan untuk tanda Shorinji Kempo seperti yang digunakan dalam Buddhisme selama berabad-abad. Manji memiliki dua arti yang menjadi satu kesatuan yaitu kasih sayang (menghadap-kiri) dan kekuatan (menghadap-kanan) yang melambangkan ajaran Kongo-zen.
Namun, penyebaran Shorinji Kempo melalui World Shorinji Kempo Organization (WSKO), itu menjadi penghalang besar untuk digunakan. Dalam hal ini, WSKO telah menggunakan surat 拳 (ken) di pusat Tate-Manji (Manji dijaga oleh perisai) pada lambang atau menggunakan Nagare-Manji yang berarti bulat Manji.
Pada tahun 2005, Shorinji Kempo Group menggunakan tanda baru sebagai simbol baru Shorinji Kempo di seluruh dunia, sebagai satu kesatuan.
Tanda baru ini disebut so-en (lingkaran ganda) dan dikatakan bahwa ini adalah bentuk ekstrim dari sepasang Manji. Tanda so-en dikelola dan haknya dilindungi oleh Shorinji Kempo Grup.
Sejak akhir tahun 1959, pemerintah Jepang menerima mahasiwa dan pemuda Indonesia untuk belajar dan latihan sebagai salah satu bentuk pembayaran pampasan perang. Sejak itu secara bergelombang dari tahun ke tahun sampai tahun 1965, ratusan mahasiswa dan pemuda Indonesia mendapat kesempatan belajar di Jepang. Tidak sedikit di antara mereka itu memanfaatkan waktu senggang dan liburannya untuk belajar serta memperdalam seni beladiri seperti Karate, Judo, Ju Jit Su dan juga Kempo.
Sepulangnya ke tanah air, mereka bukan saja memperoleh ijazah sesuai dengan bidang studinya tetapi juga memperoleh tambahan berupa penguasaan beberapa seni bela diri.
Pada tahun 1964, dalam suatu acara kesenian yang dipertunjukkan mahasiswa Indonesia untuk menyambut tamu-tamu dari tanah airnya, seorang pemuda yang bernama Utin Syahraz mendemonstrasikan Shorinji Kempo. Apa yang didemonstrasikannya itu menarik minat pemuda dan mahasiswa Indonesia lainnya, diantaranya Indra Kartasasmita dan Ginanjar Kartasasmita serta beberapa orang lainnya. Mereka lalu datang ke pusat Shorinji Kempo di kota Tadotsu untuk menimba langsung seni bela diri itu.
Untuk meneruskan warisan seni bela diri itu di Indonesia, ketiga pemuda tersebut yaitu Utin Sahras (almarhum), Indra Kartasasmita dan Ginanjar Kartasasmita, akhirnya membentuk suatu organisasi olah raga Shorinji Kempo, yang bernama PERKEMI (Persaudaraan Bela Diri Kempo Indonesia) pada tanggal 2 Februari 1966.
Di Indonesia, Perkemi berada dibawah naungan KONI Pusat. Perkemi juga menjadi anggota penuh dari Organisasi Federasi Shorinji Kempo se-Dunia atau WSKO (World Shorinji Kempo Organization), yang berpusat di kuil Shorinji Kempo di kota Tadotsu, Jepang.
Sejak tahun 1966 sampai tahun 1976, PB. PERKEMI mengadakan pemilihan pengurus setiap dua tahun sekali. Tapi sejak tahun 1976 sampai sekarang masa bakti pengurus berlangsung selama empat tahun.
Pada tahun 1970 diselenggarakan Kejuaraan Nasional Kempo yang pertama di Jakarta, dan pada tahun 1971 diadakan Kejuaraan Kempo antar Perguruan Tinggi yang pertama. Kempo mulai dipertandingkan sejak PON IX tahun 1977 di Jakarta.
Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Shorinji_Kempo

 

Kuda-kuda dasar


Teknik Kuda-kuda dasar merupakan salah satu materi yang paling penting dalam ilmu Jujitsu khususnya aliran Institut Jujitsu Indonesia (IJI). Dikatakan sebagai kuda-kuda dasar karena merupakan salah satu materi dasar yang harus dikuasai oleh siswa jujitsu, dimana teknik ini diajarkan pada tingkatan sabuk putih (KYU VI). Teknik ini akan menjadi pedoman pada teknik-teknik selanjutnya di level atau tingkatan yang lebih tinggi berikutnya.


Kali ini akan dibahas terkait dengan prinsip-prinsip pelatihan. Untuk mengembangkan dan meningkatkan performan atlet dengan hasil yang lebih lebih maksimal perlu dipertimbangkan beberapa hal; antara lain The Principle Of Individual Differences, The Principle of Overload, The Principle of Progression, The Principle of Adaptation, The Principle of Use/Disuse, The Principle of Specificity.

Related image

Sumber: http://forum.moxymonitor.com/post/vo2-max-test-moxy-monitor-data-6770760

1) The Principle Of Individual
Karena respon setiap orang terhadap latihan berbeda-beda, maka suatu program latihan (training program) tidak bisa disamaratakan pada semua atlet. Beberapa perbedaan antar individu tersebut antara lain; perbedaan jumlah otot, jenis otot, jenis kelamin, jenis gerakan, usia, dan lain sebagainya. Perbedaan terletak pada; kemampuan penyembuhan otot besar lebih lama dari pada otot kecil, fast twitch muscles recovery-nya lebih cepat dari pada slow twitch muscles, wanita umumnya membutuhkan waktu recovery yang lebih lama dari pada pria, gerakan cepat atau explosive membutuhkan waktu recovery yang lebih lama dari pada gerakan yang dilakukan secara perlahan, recovery pada orang tua lebih membutuhkan waktu lama dari pada yang lebih muda. Menurut Bompa (1999) beberapa karakteristik individu yang harus dianalisis oleh seorang pelatih agar beban program latihan yang dibuatnya sesuai dengan kapasitas atlet tersebut. Ellis dan Cross (2006), memaparkan karakteristik individu sebagai berikut; Individual tolerance of training loads, Genetic factors and individual fitness profiles, Biological and chronological age, Recovery rate from training and competition, Environmental tolerance, dan Lifestyle. Perbedaan-perbedaan itu, mendorong pelatih untuk melakukan pendekatan personal agar program latihan yang dibuat benar-benar tepat dan akan berpengaruh optimal terhadap performan atlet.

2) The Principle of Overload
Pemberian beban melebihi batas normal kemampuan tubuh dibutuhkan agar terbentuk adaptasi latihan pada tubuh. Proses adaptasi ini akan diikuti oleh perubahan-perubahan pada tubuh. Meningkatnya kekuatan sebagai akibat latihan secara bertahap dengan cara mengangkat beban yang lebih berat dari kemampuan normalnya. Begitu juga untuk meningkatan daya tahan tubuh, otot harus diberi beban dalam jangka waktu yang panjang dari pada penggunaan normalnya. Dengan demikian, tidak akan terjadi perubahan kebugaran yang lebih baik jika beban yang diberikan saat latihan adalah beban normal.

3) The Principle of Progression
Peningkatan beban latihan, terutama beban berlebih tidak harus dilakukan sangat perlahan-lahan sekali, karena efek yang diperoleh akan menjadi sangat lama, tetapi juga tidak dapat ditingkatkan terlalu cepat, karena akan menyebabkan cedera pada atlet. Peningkatan beban latihan juga akan membuat pelatih menyusun program latihan yang tetap dengan waktu istirahat dan recovery yang diperlukan. Bahkan pelatih tidak dapat memberikan latihan yang keras terus-menerus karena akan terjadi kerusakan fisik dan fisiologis. Kelebihan beban latihan yang dilakukan oleh seorang atlet dan menyebabkan kerusakan fisik dan fisiologis serta berdampak pada menurunnya performan atlet tersebut disebut overtraining (Quinn, 2006).

4) The Principle of Adaptation
Adaptasi merupakan kemampuan tubuh untuk memprogram otot dalam mengingat atau menyesuaikan beberapa aktivitas, baik berupa suatu gerakan atau ketarampilan cabang olahraga. Dengan mengulang-ngulang suatu gerakan atau ketarampilan, maka tubuh akan semakin mudah beradaptasi. Kemampuan adaptasi atlet akan terlihat setelah diberikan latian yang sama selama beberapa minggu atau bulan. Kemampuan adaptasi antara individu yang satu dengan yang lainnya berbeda-beda.

5) The Principle of Use/Disuse
Masih ingat dengan pepatah “use it or lose it”?, arti yang nyata dalam keolahragaan adalah otot akan mengalami hypertrophy jika dilatih, dan akan mengalami atrophy jika tidak dilatih. Prinsip ini berlaku pada semua komponen kondisi fisik, dimana akan terjadi penurunan kemampuan jika tidak digunakan atau dilatih, tetapi akan dapat dipertahankan kemampuannya atau bahkan ditingkatkan dengan cara meltihnya. Berdasarkan hal itu, sangat penting sekali menjaga keseimbangan antara tekanan dan masa istirahat, dimana terdapat periode latihan intensitas rendah diantara latihan intensitas tinggi, tujuannya adalah agar terjadi recovery pada saat latihan intensitas rendah.

6) The Principle of Specificity                                                                                                    Suatu program latihan harus berangkat dari general training ke specific training. Prinsip kekhususan ini juga menuntut kita agar dapat memilih exercise yang tepat untuk pengembangan skill tertentu. untuk menjadikan seorang pelari yang baik maka harus dilatih dengan lari, begitu juga untuk menciptakan perenang yang handal maka harus dilatih renang.

 

Pustaka:

Bompa, T.O. 1999. Periodization: Theory and Methodology of Training. Champaign, IL: Human Kinetics.


Image result for cara meningkatkan endurance+pdf

Sumber: http://gizikebugaran.id/

 

Istilah “latihan” dalam keolahragaan dapat diartikan menjadi beberapa pengertian, walaupun sebenarnya inti dari pengertian-pengertian itu adalah sama. Latihan atau “Training” dalam keolahragaan dapat diartikan sebagai upaya penyiapan atlet agar memiliki keterampilan dan kemampuan (performance) yang lebih tinggi. Latihan juga dapat diartikan sebagai persiapan fisik, mental intelektual, teknik, psikologis dan moral atlet dengan cara latihan fisik (physical exercise) (Hare, 1982). Definisi ini menggambarkan beberapa bagian dari latihan yang tergabung menjadi satu saat pelaksanaan training itu sendiri, misalnya; endurance training, strength training, training method, interval training, training condition, dan lain sebagainya. Dengan demikian “training” merupakan proses sistematis sebagai upaya meningkatkan performan atlet ke tingkat lebih tinggi.

Training merupakan salah satu bagian yang dapat membentuk kepribadian seseorang. Tidak jarang, kepribadian atlet sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan yang tercipta saat pelaksanaan training. Seperti halnya di Indonesia, sebelum bertanding dalam olahraga kompetitif, atlet sering diberi suatu program latihan dalam jangka waktu tertentu, untuk itu, biasanya mereka dikumpulkan pada suatu tempat agar proses latihan berjalan dengan lancar. Kejadian ini dikenal dengan traning center (TC) atau pemusatan latihan. Selama menjalani latihan dalam pemusatan latihan dalam jangka waktu tertentu, bahkan sampai bertahun-tahun, secara perlahan-lahan kepribadian atlet akan terpengaruh, sehingga gaya hidup selama menjalani pelatihan banyak yang dibawa kedalam kehidupan sehari-hari setelah atlet itu kembali ke masyarakat.

Training” tidak bertujuan untuk meningkatkan fitness tetapi performance. Inilah yang membedakan antara olahraga kompetitif dan olahraga rekreasi, dimana olahraga rekreasi bertujuan untuk meningkatkan kebugaran dan kenyamanan, sedangkan training bertujuan meningkatkan performan atlet (Mangi, dkk. 1987). Faktor-faktor yang mempengaruhi performan individual oleh Hare (1982), dibagi menjadi lima bagian yaitu; personality, physical condition, technique and co-ordination, tactical ability, dan mental preparation. Personality. Sikap, kebiasaan, dan pola-pola perilaku merupakan bentuk dari personality. Proses pelaksanaan training yang sering membutuhkan waktu yang lebih lama, berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun, dapat mempengaruhi personality atlet. Begitu juga sebaliknya, personality seorang atlet banyak mempengaruhi keberhasilannya dalam mencapai keberhasilan tujuan proses pelatihan itu. Conditioning. Dalam bagian ini, pembentukan stamina, power, kekuatan dan kecepatan merupakan tujuan utama. Kemampuan-kemampuan itu merupakan syarat awal agar performan atlet dapat menjadi lebih baik. Dalam pembentukan aspek-aspek ini, diperlukan berbagai macam physical exercise yang saling berhubungan dalam upaya membentuk aspek-aspek tersebut. Sports technique and co-ordination training. Teknik sangat diperlukan dan harus dikuasi untuk mengahadapi keadaan tertentu dalam sebuag pertandingan. Teknik juga perlu dilatih dan dikembangkan sebagaimana kecepatan, stamina dan kecepatan. Untuk mengembangkan teknik dengan baik, maka seorang atlet harus juga melatih dan mengembangkan kemampuan koordinasinya. Tactical training. Penggunaan taktik yang benar akan memungkinkan atlet untuk mendapatkan hasil maksimal dalam memanfaatkan kemampuan fisik dan fisiologisnya. Peran taktik akan semakin besar jika tingkat kejuaraan atau pertandingan yang hadapi semakin tinggi. Hal ini disebabkan oleh kemampuan teknik, fisik dan fisiologis yang hampir sama pada atlet elit yang bertanding atau berlaga dalam kejuaraan nasional atau internasional. Mental training. Atlet harus dapat bertindak dan membuat keputusan yang tepat selama dia mengikuti proses pelatihan. Begitu juga saat bertanding atau berlomba, mereka dituntut untuk memampu berpikir cepat dengan melakukan analisis atas suatu situasi tertentu untuk menentukan tindakan yang tepat saat itu. Agar mampu melakukan semua itu, atlet harus selalu mengembangkan intelektualnya, serta terus meningkatkan pengetahuan teoritisnya dan belajar untuk menerapkan kreativitasnya dalam pertandingan atau perlombaan.

 

Pustaka:

Hare, Dietrich. 1982. Principles of Sports Training. Berlin: Sportverlag Berlin.

Mangi, R., Joki, P., and Dayton, W. 1987. Sports Fitness and Training. New York: Random House Inc


Beladiri adalah sebuah seni mempertahankan diri dari ancaman serangan manusia atau lainnya. Secara luas, beladiri dapat diartikan sebagai metode apapun yang dapat digunakan oleh manusia dalam mempertahankan dirinya dari serangan musuh. Beladiri diperlukan dalam menghadapi kondisi yang tak diinginkan, seperti pemalakan, perampokan atau tindakan lainnya yang mengancam jiwa dan hartanya.

Disamping digunakan untuk membela diri, terdapat manfaat lain dari beladiri antara lain guna memberikan kesehatan dan memperbaiki metabolisme tubuh. Pada dasarnya gerakan beladiri adalah gerakan olahraga, karena itu dengan rutin berlatih beladiri Anda akan mendapatkan rasa aman dan juga tubuh yang sehat.

Asal mula ilmu beladiri sebenarnya dari pertama kali ada manusia, karena memang sejak awal manusia memilki musuh berupa manusia lain maupun hewan liar. Peperangan juga terjadi dari zaman dulu hingga zaman sekarang.

Namun menurut legenda, sejarah dari semua jenis beladiri yang dikenal saat ini berasal dari India. Namanya adalah Bodhidharma atau Daruma Taishi atau Tatmo Chouwsu yang hidup pada abad ke 6 masehi. Untuk menyebarkan agama budha ke China, Bodhidharma melakukan perjalanan berbahaya dengan menelusuri hutan belantara perawan dengan berjalan kaki seorang diri. Perjalanan yang Bodhidharma sangatlah sulit, hutan belantara perawan dikenal penuh dengan 1001 marabahaya termasuk banyaknya binatang buas. Tetapi karena tingginya ilmu beladiri yang dimilikinya, maka Bodhidharma berhasil tiba di China.

Terdapat bukti sejarah yang menunjukan bahwa sekitar tahun 520 Masehi, seorang pendeta asal India yang bernama Daruma (nama lain dari Bodhidharma) dilahirkan di kanchipuran dan telah melakukan perjalanan ke kota Kanton di China. Disana Daruma bertemu dengan kaisar dari dinasti Liang yang bernama Wu Ti. Lalu Daruma melanjutkan perjalanan kerajaan Wei untuk mendirikan kuil tempat pengembangan ajarannya. Jika legenda ini memang benar, kuil yang didirikan Daruma adalah kuil shaolin.

Hal pertama yang ia lakukan pada murid-muridnya adalah melatih spiritualnya. Namun lama kelamaan murid-muridnya malah sakit-sakitan. Karena itu Daruma memutuskan untuk melatih jasmani murid-muridnya dengan ilmu beladiri yang dipercaya sebagai sumber dari semua seni beladiri yang ada di dunia yaitu kungfu Shaolin. Gerakan kung fu Shaolin berdasarkan pada gerakan binatang, yaitu: Macan, Beruang, Monyet, Bangau dan Rusa. Awalnya keseluruhan teknik kung fu dibedakan jadi 2 kelompok:

Teknik keras: Go – ho
Teknik lembut: Ju – ho

Waktu terjadinya pembakaran kuil Shaolin oleh tentara kerajaan, sebagian besar dari biksu Shaolin terbunuh. Namun masih ada yang lolos dari pembasmian tersebut dan lari dari dataran China. Pelarian inilah yang menjadi asal dari seluruh seni beladiri yang dikenal di dunia. Mereka yang lolos dari pembakaran kuil Shaolin inilah yang akhirnya melahirkan berbagai macam seni beladiri yang dikenal sekarang

Berikut beberapa jenis beladiri terbaik di dunia:

1. Marine Corps Martial Arts Program (MCMAP)

Sejak tahun 1775, setiap anggota marinir di Amerika diwajibkan mengikuti minimal 2 program beladiri per tahun. Para marinir yang ditugaskan di berbagai daerah mempelajari berbagai beladiri militer lalu beladiri tersebut digabungkan dan lahirlah Marine Corps Martial Arts Program (MCMAP).

MCMAP adalah beladiri andalan pasukan Marinir di Amerika. Beladiri merupakan gabungan dari berbagai beladiri yang dikenalkan pertama kali pada tahun 2002. Beladiri ini memiliki gerakan membunuh dan agresif, diajarkan pula cara membunuh musuh sekaligus merebut senjata mereka dengan cepat.

Pada MCMAP, diajarkan keahlian bertarung menggunakan tangan kosong, senjata seadanya, bayonet dan gagang senapan. Jika anda menggunakan teknik MCMAP pada seseorang, pilihan yang tersisa hanyalah orang tersebut mati atau tersiksa. Bahkan bisa saja orang tersebut tersiksa sampai mati. Mungkinkan MCAMP ini dipelajari sebagai beladiri Polri di Indonesia?

via: wikipedia.com

2. Systema

Beladiri ini adalah beladiri andalan dari pasukan khusus rusia atau disebut juga sebagai Spetnaz. Beladiri ini lahir pad atahun 1917 oleh kaum komunis yang tengah ditekan oleh kekaisaran Rusia.

Beladiri ini merupakan beladiri yang brutal. Menyerang titik terlemah lawan secara langsung. kuncian, bantingan dan cekikan lazim digunakan pada beladiri Systema.

via: systemaspetnaz.com

via: systemaspetnaz.com

3. SOCP

Special Operations Combatives Program atau disingkat SOCP, adalah beladiri andalan dari pasukan khusus Amerika seperti Special forces, Delta Force dan Navy Seals. SOCP merupakan beladiri campuran yang lahir pada tahun 2010

Tujuan dari SOCP adalah agar para pasukan khusus dapat mengalahkan lawan dengan cepat dan merebut senjata dari tangan lawan dengan menggunakan tangan kosong

via: theballiscticblog

4. Merpati Putih

Merupakan salah satu beladiri pencak silat tangan kosong, mulai terbentuk sekitar tahun 1550an. Menggunakan tenaga dalam sebagai teknik andalan, karena itu penggunanya memiliki ketahanan fisik diatas rata-rata. Beladiri Indonesia ini juga sudah menyebar sampai ke negara tetangga.

TNI dan Kopassus termasuk satuan militer yang menggunakan beladiri merpati putih ini. Beladiri TNI ini sangat mematikan, terbukti dengan digunakan oleh kopassus saat beroperasi di wilayah Indonesia timur dan teruji mampu mengetahui kedatangan musuh dengan teknik getaran. Beladiri kopassus ini bisa Anda temukan di berbagai kota besar di Indonesia.

via: merpatiputihitsvia: merpatiputihits

5. Krav Maga

Beladiri Krav maga adalah cikal bakal dari beladiri campuran yang sering digunakan oleh militer, penciptanya adalah LIchtenfeld. Beladiri Israel ini sangat berbahaya, brutal dan kejam. Mengalahkan lawan dengan cara yang “tabu”, seperti menggunakan cekikan, tusukan ke mata, dan menyerang kemaluan. Beladiri ini biasa digunakan oleh pasukan khusus israel seperti syahtetet 17 dan sayeret matkal. Beladiri Israel ini juga dapat Anda temukan di Indonesia.

via: youtube.com

6. Kung Fu

China sebagai pusatnya beladiri tentu membekali para prajurit militernya dengan beladiri Kung fu. Banyak sekali cabang dari Beladiri Kung fu, yang cukup terkenal adalah Ba ji quan, Shaolin do, beladiri Wing chun dan Wudang. Tapi sekarang China mengembangkan beladiri campuran/ Mixed matrial Art seperti SOCP, krav maga dan systema.

via: finishlinept.com

7. Kalarippayattu

 

via: wikimedia.org

 

8. Shorinji Kempo

Shorinji kempo adalah beladiri yang dibentuk oleh So Doshin sebagai sistem pelatihan dan pertahanan diri. Didirikan pada tahun 1947 di kota Todatsu, Kagawa, Jepang. Shorinji kempo berasal dari kata sho = hutan, rin = bambu, ji = kuil, ken = aturan dan kempo yang bermakna “jalan hidup”. Tekniknya terbagi menjadi Goho (kasar), Juho (halus), seiho (totokan). Beladiri Jepang ini sangat terkenal dan mudah dijumpai di berbagai daerah.

Goho terdiri dari pukulan, tendangan dan tangkisan, Juho terdiri dari bantingan, tangkapan, kuncian dan lemparan, sedangkan seiho merupakan totokan maupun pijatan pada bagian tubuh tertentu yang dapat berfungsi ganda, bisa untuk melumpuhkan lawan dan dapat juga digunakan untuk pengobatan. Tetapi teknik seiho baru akan diajarkan jika seorang praktisi kempo sudah menguasai goho dan juho dengan sempurna.

via: flickr.com

 

9. Taekwondo

Beladiri Taekwondo memiliki arti Seni bela diri yang menggunakan kaki dan tangan, namun walaupun begitu, gerakan Beladiri Taekwondo lebih banyak menggunakan kaki. Beladiri Taekwondo berasal dari Korea dan cukup terkenal dengan tendangan yang menggabungkan antara kekuatan mental dan keterampilan fisik ketika menggunakannya.

Beladiri Taekwondo berfokus pada keseimbangan, stamina, kecepatan dan fleksibilitas. Beladiri ini meningkat tajam setelah perang dunia II dan menjadi salah satu seni beladiri paling populer yang memiliki lebih dari 30 juta anggota di 100 negara.

Beladiri korea ini sangat populer sampai-sampai sangat mudah dijumpai di Indonesia.

via: martialartsguy.com

 

10. Karate

Merupakan Beladiri yang berasal dari Jepang, beladiri Karate terkenal dengan pukulannya yang mematikan. Seni beladiri ini sedikit dipengaruhi oleh Kempo dari China. Beladiri Karate masuk ke Jepang lewat pulau Okinawa dan berkembang di pulau Ryukyu. Beladiri Karate memiliki 4 aliran yaitu: Shotokan, Goju-ryu, Shito-Ryu dan Wado-Ryu. Sebagian besar gerakan beladiri karate mengandalkan kekutan tangan. Beladiri Karate cukup terkenal di Indonesia karena hampir setiap sekolah memiliki olahraga ini.

via: smfitness.net

11. Muay Thai

Beladiri Muay thai merupakan olahraga yang berasal dari negeri 1000 pagoda, Thailand. Sekarang ini olahraga bergenre beladiri praktis atau boxingsedang diminati, karena selain membuat badan menjadi kuat dan sehat, beladiri jenis ini juga dapat membentuk tubuh menjadi ideal. Beladiri boxer ini dapat Anda temukan di Indonesia.

Berasal dari kata mayva (muay) dan Thai yang merupakan nama dari suku di Thailand. Berkembang kurang lebih sekitar 1 abad yang lalu dan sekarang menjadi olahraga nasional negara Thailand. Beladiri Thailand ini menjadi sangat populer ketika Film Ong Bak naik daun beberapa waktu lalu.

Beladiri Muay thai banyak melakukan gerakan sikutan dan tendangan, gerakan Beladiri Muay thai mengandalkan 8 titik pada tubuh, yaitu: kedua kepalan tangan, kedua sikut, kedua kaki dan kedua lutut.

via: teambalanceharrisburg.com

 

12. Ninjutsu

Ninjutsu atau seni pergerakan sunyi, merupakan teknik beladiri yang digunakan oleh mata-mata Jepang atau lebih dikenal dengan sebutan Ninja. Keahlian utama dari Ninja bukanlah membunuh melainkan menyusup dengan atau tanpa suara.

Gerakan beladiri ninjutsu berupa tendangan, patahan, lemparan dan serangan. Lalu dilengkapi pula dengan teknik pertahanan diri seperti bantingan berputar dan beberapa teknik lainnya. Dalam praktiknya, Ninja menghindari kontak langsung dengan musuhnya, , karena itu berbagai alat seperti tombak, lempar dan shuriken lebih sering digunakan.

Berbeda dengan beladiri lainnya, Ninjutsu banyak mengajarkan teknik spionase, sabotase dan melumpuhkan lawan. Sekarang Ninjutsu banyak diikuti oleh remaja di Amerika Utara.

via: ninjagym.com

 

13. Wing Chun

Dikenal juga sebagai Wing Tsun atau Ving Tsun yang berarti “musim semi abadi”. Adalah beladiri spesialis jarak dekat, memakai pukulan yang cepat, tendangan dengan pertahanan yang ketat. Beladiri Wing chun menggunakan koordinasi antara serangan dan pertahanan serentak.

Beladiri Wing chun adalah seni beladiri yang dipelajari Bruce Lee ketika muda. Bruce lee mempelajari beladiri Wing chun dari sang master langsung yang bernama Ip Man. Kisah Ip man sendiri telah menjadi film yang cukup populer. Film IP MAN yang dibintangi oleh Donnie Yen merupakan Film beladiri terbaik yang cocok Anda tonton dikala senggang.

via: kiaikick.files.wordpress.com

 

14. Kick Boxing

Kick Boxing adalah beladiri yang mengandalkan pukulan dan ko. Berlatih kickboxing memiliki beberapa keuntungan, diantaranya adalah dapat menurunkan berat badan, membentuk otot, melatih fleksibilitas otot dan melatih kecepatan serta ketangkasan.

Gerakan kickboxing kurang lebih sama seperti tinju, namun ditambah dengan tendangan kaki. Beladiri ini cukup digemari dan mudah ditemukan di tempat gym di kota-kota besar. Beladiri boxing ini termasuk aliran keras, siap-siap saja otot kram dan babak belur jika mempelajarinya.

via: appfox.net

 

15. Aikido

Seni beladiri asal Jepang ini diciptakan oleh Morihei Ueshiba pada era modernisasi Jepang sekitar tahun 1800an. Berbeda dari mayoritas beladiri yang biasanya mengutamakan kemampuan fisik dan kecepatan. Beladiri Aikido lebih memfokuskan pada penguasaan dan kesempurnaak teknik. Teknik yang diajarkan pada Beladiri Aikido lebih banyak dalam bentuk defensif atau counter attack, namun pada tingkat lanjut akan diajarkan teknik offensive. Teknik yang diajarkan diantaranya teknik elakan, kuncian, bantingan dan lemparan.

via: siamstarmma.com

16. Judo

Judo adalah pengembangan dari seni beladiri kuno jepang yang bernama Jujutsu. Jujutsu merupakan seni menyerang dan bertahan menggunakan senjata pendek maupun tangan kosong yang dikembangkan menjadi Judo oleh Kano Jigoro pada tahun 1882. Teknik Judo berfokus pada bantingan dan kuncian. Namun Judo juga memiliki teknik menyerang dengan tendangan dan pukulan, bahkan ada juga serangan dengan senjata seperti pisau, pedang.

via: allbestmma.com

17. Jujutsu

Menurut wikipedia, jujutsu, jujitsu, jiujutsu adalah nama dari beberapa macam aliran beladiri yang berasal dari Jepang. Pada dasarnya Jujutsu adalah seni beladiri yang bersifat defensif dan memanfaatkan teknik yang bersifat fleksibel, yaitu mengalahkan musuh dengan kekutannya sendiri. Aikido dan judo merupakan beladiri yang lahir dari Jujutsu.

via: youtube.com

 

18. Brazilian Jiu-Jitsu

Beladiri ini merupakan pengembangan dari jiujitsu Jepang. Prinsipnya adalah “95% perkelahian di jalan akan berujung pada perkelahian jarak dekat dan berakhir di lantai”. Brazilian Jiu Jitsu banyak menggunakan cekikan dan kuncian, cocok digunakan untuk melawan musuh yang lebih besar dan lebih kuat.

via: bronxmartialarts.com

 

19. Capoeira

Seni beladiri asal Brazil ini memiliki sejarah dan keunikan sendiri. Beladiri ini awalnya diciptakan oleh budak asal Afrika yang dibawa oleh orang Portugis ke Brazil untuk bekerja di perkebunan. Capoeira adalah beladiri yang dipadukan dengan tarian dan diiringi dengan musik. Gerakan mereka sangatlah lincah seperti penari, dulunya beladiri ini dilarang oleh pemerintah, karenanya mereka menyamarkannya seperti tarian.

via: gaiahealthblog.com

20. Kyokushinkai

Salah satu dari aliran karate, didirikan oleh seorang Korea yang mengadopsi nama Jepang, yaitu Masutatsu Oyama. Aliran ini lebih menekankan pada full body contact yaitu latih tanding (sparring) tanpa menggunakan pelindung. Kyokushin berarti kebenaran tertinggi, yang diyakini sebagaimana karate seharusnya. Kyokushin menekankan pada kekuatan fisik dan pertarungan realistik.

via: youtube.com

21. Gulat

Wrestling atau Gulat adalah beladiri yang menggunakan kontak fisik antara dua orang, salah satu pegulat harus mengunci dan menjatuhkan musuhnya. Teknik yang digunakan adalah joint lock clinch fighting, leverage dan grappling hold. Teknik yang digunakan dapat menyebabkan cedera serius, karenanya jika ingin berlatih Gulat harus didampingi oleh instruktur terlatih.

via: vikabom.blogspot.com

 

22. Wushu

Berasal dari kata Wu dan Shu yang berarti seni. ilmu perang. Beladiri Wu shu bisa diajarkan untuk tujuan Beladiri maupun berperang. Seni beladiri ini berguna untuk kesehatan dan sebagai sarana untuk membela diri, Beladiri Wu shu juga dapat membangun sifat ksatria. Dahulu Wu Shu hanya dapat dipelajari oleh golongan tertentu, namun kini siapapun bisa berlatih Wu Shu. Beladiri Wu Shu memiliki 5 elemen utama, yaitu air yang melambangkan kehidupan, kayu yang melambangkan tulang dan otot, api melambangkan kekuatan dan ketangkasan, bumi melambangkan pertahanan dan logam yang melambangkan senjata.

via: ytsports.com

23. Anggar

Salah satu dari ilmu beladiri yang menggunakan senjata berbentu pedang lancip. Menggunakan ketangkasan bersenjata dengan teknik memotong, menusuk dan menangkis. Anggar berasal dari kata dalam bahasa Perancis “En Garde” yang berarti bersiap. Kata tersebut digunakan sebelum permainan anggar dimulai untuk menandakan bahwa pertarungan akan dimulai.

via: mldspot.com

24. Kempo

Salah satu dari sekian banyak beladiri yang berasal dari Jepang. Beladiri Kempo berarti permainan tangan, walaupun pada prakteknya kaki juga masih sering digunakan. Beladiri Kempo bukanlah nama dari satu aliran saja, tetapi beladiri kempo merupakan nama dari beberapa aliran beladiri tangan kosong seperti: Tenshin Koryu Kempo, Nihon Kempo, Kosho-ryu Kempo dan Shorinji Kempo.

via: shorinjikempo.fi

 

25. Hapkido

Beladiri asal Korea ini diciptakan oleh Choi Yung Sul (1904-1986) yang hidupnya dipengaruhi oleh invasi Jepang ke Korea pada Perang Dunia lalu. Bergerak berdasarkan prinsip lingkaran dengan memanfaatkan kekuatan dari lawan. Teknik yang digunakan antara lain pukulan, kuncian, tendangan, bantingan dan senjata.

via: martialartguy.com

 

26. Sumo

Sumo adalah olahraga asli Jepang yang sudah dipertandingkan selama berabad-abad lalu. Olahraga ini dilakukan antar 2 orang pesumo berbadan gemuk yang saling dorong. Menang kalah ditentukan oleh siapa yang keluar dari lingkaran terlebih dahulu. Karena asli Jepang, olahraga ini erat hubungannya dengan tradisi asli Jepang, seperti menyebarkan garam sebelum bertanding untuk mengusir bala.

via: blog.gaijinpot.com

27. Tai Chi

Tajiquan atau lebih dikenal dengan Tai Chi merupakan beladiri gerak halus yang berasal dari China kuno. Awalnya yang berlatih Tai Chi adalah para lansia untuk alasan kesehatan, namun pada perkembangannya Tai Chi sekarang digunakan untuk beladiri.

Berbeda dengan beladiri lain yg mengandalkan otot, Tai chi mengandalkan gerakan halus dan pernapasan, walaupun gerakannya halus, sebenarnya pembakaran kalori dari berlatih Tai Chi selama 1 jam hampir sebanyak melakukan ski menuruni bukit.

via: youtube.com

 

28. Savate

Savate (dibaca “savat”), merupakan ilmu beladiri yang berasal dari Perancis, Beladiri ini menggunakan tangan dan kaki. Kata Savate juga berarti “sepatu tua” dalam bahasa Perancis, mungkin Savate adalah satu-satunya beladiri yang membolehkan petarungnya menggunkan sepatu selama latihan maupun tanding.

Berbeda dengan beladiri lain yang menggunakan lutut dan siku, savate hanya menggunakan tendangan kaki. Petarung pria disebut dengan savateur dan wanita disebut savateuse.

via: londonsavate.co.uk

Sumber: http://urusandunia.com/beladiri-terbaik-terkuat-paling-mematikan/

 

Tarung Derajad


Tarung Derajat adalah seni bela diri berasal dari Indonesia yang diciptakan oleh Achmad Dradjat. Ia mengembangkan teknik melalui pengalamannya bertarung di jalanan pada tahun 1960-an di Bandung. Tarung Derajat secara resmi diakui sebagai olahraga nasional dan digunakan sebagai latihan bela diri dasar oleh TNI Angkatan Darat dan Brigade Mobil Polri.

Image result for tarung derajat

Sumber Gambar: http://www.republika.co.id/berita/olahraga/arena-olahraga/16/04/26/o68ypt299-tarung-derajat-diharapkan-masuk-sea-games-2017

Tarung Derajat dideklarasikan kelahirannya di Bandung pada 18 Juli 1972 oleh Achmad Dradjat yang biasa dipanggil Aa Boxer. “Box!” adalah salam persaudaraan di antara anggota Tarung Derajat. Tarung Derajat menekankan pada agresivitas serangan dalam memukul dan menendang. Namun, tidak terbatas pada teknik itu saja, bantingan, kuncian, dan sapuan kaki juga termasuk dalam metode pelatihannya. Tarung Derajat dijuluki sebagai “Boxer”. Praktisi Tarung Derajat disebut “Petarung”.

Sejak 1990-an, Tarung Derajat telah disempurnakan untuk olahraga. Pada tahun 1998, Tarung Derajat resmi menjadi anggota KONI. Sejak itu, Tarung Derajat memiliki tempat di Pekan Olahraga Nasional. Keluarga Olahraga Tarung Derajat sekarang memiliki suborganisasi di 22 provinsi di Indonesia. Setelah diperkenalkan pada 2011 SEA Games di Palembang, namun Tarung Derajat tidak disertakan pada SEA Games 2013 di Myanmar.

Tarung Derajat adalah: Ilmu, tindakan moral dan sikap hidup yang memanfaatkan kemampuan daya gerak otot, otak dan nurani secara Realistis dan Rasional, terutama pada upaya penguasaan dan penerapan 5 (lima) daya gerak moral, yaitu : Kekuatan – Kecepatan – Ketepatan – Keberanian – Keuletan pada sistem ketahanan dan pertahanan diri yang agresif dan dinamis pada bentuk-bentuk gerakan pukulan, tendangan, tangkisan, bantingan, kuncian, hindaran dan gerakan anggota tubuh penting lainnya yang terpola pada teknik, taktik, dan strategi bertahan dan menyerang yang praktis dan efektif bagi suatu ilmu olahraga seni beladiri.

Aikido


Aikido (bahasa Jepang: 合気道, aikidō) merupakan salah satu jenis seni beladiri yang mempunyai akar pertumbuhan dan budaya dari Jepang. Aikido merupakan manifestasi dari modernisasi pemikiran Jepang dengan selimut budaya Jepang tradisional. Hal ini membuat seni beladiri yang dikembangkan oleh Morihei Ueshiba sekitar tahun 1800-an (芝 盛平 Ueshiba Morihei) menjadi sangat diminati berbagai kalangan pada abad modern ini sebagai sebuah gaya hidup. Akar ilmu bela diri aikido terutama berasal dari sebuah tradisi bela diri kuno yang turun temurun hanya dimiliki oleh sebuah keluarga istana, yaitu “Daito Ryu Aiki-Jujutsu (atau ju-jutsu)”.

Dalam tradisi lama “Jutsu” berarti sebuah “art” atau “seni”, sehingga bentuk lama ini mempunyai pakem-nya sendiri sebagai sebuah tradisi dengan tatanan gerak tertentu. “Daito” adalah sebuah nama yang merujuk kepada nama sebuah istana, yaitu Daito. “Daito” merupakan istana milik putra keturunan Kaisar Seiwa bernama Minamoto Genji Yohimitsu. Yoshimitsu diwarisi ilmu ini oleh putra keenam Kaisar Seiwa yaitu Pangeran Teijun yang sangat menggemari ilmu beladiri.

Morihei Ueshiba yang biasa disebut sebagai O-Sensei mempelajari ilmu “Aiki” ini dari guru pewaris ilmu ini yaitu “Sokaku Takeda”. “Takeda” adalah sebuah nama keluarga yang tidak lain adalah nama lain dari keluarga “Minamoto”. Dengan bakat yang begitu besar, Morihei Ueshiba telah menyebarkan muridnya ke seluruh dunia untuk memperkenalkan keindahan ilmu seni beladiri aikido ini. Saat ini, aikido telah berkembang sekurangnya ke 93 negara di Asia, Eropa, Amerika, Australia dan sebagian Afrika.

Aikido diformulasikan sejak akhir 1920-an sampai dengan 1930-an hingga pada bentuknya yang sekarang oleh Morihei Ueshiba (植芝 盛平 Ueshiba Morihei, 14 Desember 1883-26 April 1969, disebut juga sebagai o-sensei 大先生、翁先生 “guru besar”). Ueshiba memperkaya dan mengembangkan Aikido dengan berbagai koryu (seni beladiri/seni pedang lama)[3] selain “basis”-nya Daito ryu, menjadi suatu seni beladiri yang unik. Morihei Ueshiba sebagai seorang murid merupakan murid yang berbakat dan mengabdi pada gurunya yaitu Sokaku Takeda. Sokaku Takeda memberi lisensi kelengkapan ilmunya kepada Morihei Ueshiba dalam bentuk “Mokuroku”.

Image result for aikido

sumber: http://gpca.co/aikido/

Dengan lisensi tersebut Morihei Ueshiba mendirikan sekolah pertamanya dengan nama “Ueshiba Ryu Daito Aiki jutsu” yang kemudian berubah nama menjadi “Aiki Budo” dan akhirnya disempurnakan dengan nama “Aikido”. Dojo pertama Aikido didirikannya di Tokyo dan hingga saat ini masih tetap ada dan bernama Aikikai Hombu Dojo, sebagai pusat pengembangan aikido di seluruh dunia.

Ueshiba menginginkan Aikido tidak hanya sebagai sebuah seni beladiri, tetapi juga ekspresi falsafah pribadinya yang bersifat damai dan universal. Seumur hidupnya, Ueshiba dan murid-muridnya telah menyebarkan Aikido dengan cara mendidik dan menciptakan praktisi beladiri ini di seluruh dunia. Ueshiba meninggal pada tanggal 26 April 1969 karena penyakit kanker, namun Aikido tetap berkembang pesat setelah kematiannya.

Aikido menekankan harmonisasi dan keselarasan antara energi ki (気, prana) individu dengan ki alam semesta. Kata “aikido” berasal dari tiga huruf kanji:

合 – ai – bergabung, menyatukan, menyelaraskan
気 – ki – jiwa, energi kehidupan
道 – dō – jalan, cara
Seni beladiri ini juga menekankan pada prinsip kelembutan dan bagaimana untuk mengasihi serta membimbing lawan. Prinsip ini diterapkan pada gerakan-gerakannya yang tidak menangkis serangan lawan atau melawan kekuatan dengan kekuatan tetapi “mengarahkan” serangan lawan untuk kemudian menaklukkan lawan tanpa ada niat untuk mencederai lawan.

Berbeda dengan beladiri pada umumnya yang lebih mengutamakan pada latihan kekuatan fisik dan kecepatan, Aikido lebih mendasarkan latihannya pada penguasaan diri dan kesempurnaan teknik. Teknik-teknik yang digunakan dalam Aikido kebanyakan berupa teknik elakan, kuncian, lemparan yang tampak sama dengan bantingan. Di banyak perguruan aikido, teknik-teknik pukulan maupun tendangan dalam praktiknya jarang digunakan atau malah dihilangkan. Sebenarnya teknik pukulan dan tendangan di dalam aikido tidak dikenal sedemikian sempitnya, sehingga terdapat istilah “atemi”, sebagai suatu cara untuk menggunakan segala kemungkinan seluas-luasnya dalam mendaya gunakan tubuh untuk memukul-menendang dan setaranya (termasuk menggunakan dahi, siku, lutut dan lainnya). Walaupun demikian, dengan berbagai alasan teknik atemi ini cenderung ditinggalkan atau dihilangkan oleh banyak perguruan aikido.

Keunikan aikido adalah geraknya yang hampir tidak pernah mundur dalam mengatasi berbagai jenis serangan. Gerakannya cenderung melingkar dibandingkan lurus-lurus. Di dalam konsep gerak inilah kita akan banyak memahami secara nyata falsafah aikido dalam artian sebenarnya. Banyak orang tertarik belajar aikido dimulai karena ketertarikannya pada falsafahnya yang cukup tinggi. Tetapi, uniknya justru terletak pada kesinambungan pemahaman antara seorang praktisi dengan seorang filsuf. Sehingga, saran setiap guru aikido kepada mereka yang ingin mengetahui aikido secara cermat adalah dengan “latihan”.

Falsafah yang mendasari Aikido, yaitu kasih dan konsep mengenai ki, membuat Aikido menjadi suatu seni beladiri yang unik. Secara umum Aikido dapat digolongkan sebagai beladiri kuncian dan pergumulan (Inggris: grappling).

Aikido tidak mengenal sistem kompetisi atau pertandingan, seperti beladiri pada umumnya untuk tujuan pemasyarakatannya. Namun cara yang dipergunakan aikido untuk memasyarakatkan dirinya adalah dengan sistem embukai atau sejenis peragaan dalam seni gerak bela diri.

Hingga saat ini Aikido juga memiliki banyak cabang “teknik” (Jepang: waza; Inggris: style) yang juga memperkaya teknik-teknik yang tidak meninggalkan teknik dasarnya. lebih menekankan teknik-tekniknya kepada kecepatan dalam mengatasi serangan lawan (nage).


Anda tentu sering mendengar kalimat itu. Tetapi, kapan Sebaiknya peregangan (stretching) dilakukan? Sebelum, setelah, atau sebelum dan setelah berolahraga? Berapa lama peregangan sebaiknya dilakukan?

Aktifitas fisik yang dilakukan oleh setiap orang yang mengarah pada gerak badan yang dilakukan secara teratur dapat dikatakan melakukan olahraga.Diantara mereka yang melakukan olahraga,masih banyak yang belum mengetahui apakah aktifitas tersebut sudah dapat merangsang organ-organ fisiologisnya. Hal ini perlu dimengerti agar mereka yang melakukan aktifitas olahraga memiliki nilai atau tujuan. Secara umum olahraga yang dilakukan diharapkan dapat menjaga kesehatan dan meningkatkan kebugaran jasmaninya. Apalagi dengan berbagai semboyan, seperti ‘Tiada hari tanpa olahraga’, ‘Memasyarakatkan olahraga – mengolahragakan masyarakat’, ‘Spott for all’ . Maka mereka yang melakukan olahraga semakin mmeningkat. Menurut Organisasi Kesehatan Sedunia atau World Health Organization, sehat ialah “ suatu keadaan sehat yang baik, baik fisik, mental maupun social”. Tujuan dari WHO ialah tercapainya tingkat kesehatan yang paling tinggi oleh semua orang. Kebugaran fisik didefinisikan sebagai ‘Kemampuan untuk melakukan pekerjaan seharihari dengan bertenaga dan penuh kesiagaan, tanpa kelelahan yang tidak semestinya dan dengan cukup energi, sehingga tetap dapat menikmati waktu luang dan menjaga keadaan-keadaan mendadak yang tidak terduga/diperkirakan.

Sebenarnya tak butuh waktu lama dan gerakan yang sulit untuk melakukan peregangan. Tapi masih banyak orang yang menganggapnya sebagai hal yang tidak penting. Padahal, peregangan sangat penting dilakukan dan memiliki banyak manfaat, di antaranya :

  1. Peregangan membuat tubuh dapat bergerak lebih efisien. Selama sesi latihan, otot akan memendek saat mulai letih. Ini akan menghambat kemampuan tubuh untuk menghasilkan kecepatan dan kekuatan serta menyebabkan langkah Anda kurang efisien dan lebih pendek. Peregangan akan ’mengatasi’ hal ini dengan membuat otot tetap panjang dan memperbaiki elastisitas/fleksibilitas jaringan tubuh.
  2. Peregangan akan membuat tubuh Anda lebih kuat. Peregangan setelah latihan atau di antara latihan ketahanan dapat meningkatkan kekuatan sampai 20%.
  3. Bila dilakukan dengan benar, peregangan akan membantu mencegah timbulnya cedera.

Sebenarnya peregangan dapat dilakukan kapanpun Anda suka, saat berolahraga maupun tidak. Yang pasti, lakukanlah sebelum dan setelah aktivitas lain. Peregangan yang dilakukan setelah aktifitas fisik, seperti latihan kardio, latihan kekuatan.atau olahraga permainan, dapat membuat otot lebih ’hangat’ dan lentur, sehingga lebih mudah memanjang. Idealnya, mulailah latihan dengan pemanasan Selama lima menit, peregangan dengan lembut’ (smooth), diikuti oleh pemanasan yang lebih spesifik, lanjutkan dengan latihan inti, pendinginan, kemudian peregangan lagi. Jangan sekali-kali melakukan peregangan sebelum Anda melakukan pemanasan.

Peregangan dengan intensitas tinggi yang dilakukan sebelum latihan, saat otot masih ’dingin’ dan kurang lentur, tidak akan bermanfaat dan justru akan menyebabkan tendon rentan cedera. Untuk pemanasan, Anda dapat melakukan peregangan dinamis, yaitu gerakan perlahan yang terkendali atau latihan aerobik intensitas rendah, seperti bersepeda, berjalan, atau jogging.

Tujuan pemanasan adalah melenturkan otot yang tegang, yang dapat menimbulkan cedera. Untuk peregangan, gerakkan semua persendian satu per satu secara perlahan. Misalnya, memutar bahu, menekuk lengan atau kaki ke belakang paha. Tahan setiap gerakan antara 10 sampai 30 detik, atau sampai Anda merasakan otot-otot mengendur. Gerakan-gerakan ini akan memacu keluarnya pelumas alami tubuh untuk melindungi permukaan tulang pada persendian-persendian tersebut. Sebaiknya peregangan memang dilakukan sebelum dan sesudah latihan. Namun bila Anda hanya punya sedikit waktu untuk, lakukanlah seusai latihan.

Yang perlu diperhatikan :

  • Jangan melompat. Peningkatan intensitas gerakan peregangan dapat menyebabkan otot berkontraksi, bukannya meregang. Akibatnya, dapat timbul sobekan-sobekan kecil pada otot.
  • Jangan melakukan peregangan sampai terasa sakit. Anda memang akan mengalami sedikit rasa ’tidak enak’ pada bagian tubuh yang tegang. Tetapi. bukan rasa sakit. Kalau sampai timbul nyeri, berarti peregangan yang Anda lakukan salah. Hentikan segera!
  • Perhatikan pernapasan Anda. Sirkulasi oksigen amat diperlukan bagi otot untuk merespons gerakan peregangan. Saat tubuh berada dalam posisi meregang, tarik napas. Dan saat bergerak, keluarkan napas. Bernapaslah dengan perlahan dan teratur.
  • Bila Anda berkeringat dan hampir basah kuyup, mandilah terlebih dahulu sebelum melakukan peregangan. Air panas akan membantu merelakskan otot dan mencegah Anda menggigil kedinginan.
  • Anda sulit mengingat gerakan-gerakan peregangan yang harus Anda lakukan? Mulailah dengan kaki, kemudian baru meningkat ke tubuh bagian atas. Begitu seterusnya.

We are moved


pindah-blog

 

Terhitung sejak tanggal 06 Januari 2014, Dojo Dragon Fire Fighting Club (DFFC) berpindah ke lokasi yang baru, dimana sebelumnya lokasi latihan menempati hall SMP GEMA 45 Surabaya ke Kelurahan Putat Jaya Surabaya.

Beberapa faktor yang mendorong pindahnya lokasi latihan tersebut antara lain:

Adanya keinginan dari para orang tua dan murid-murid yang mengikuti latihan agar lebih dekat dengan sekitar tempat tinggal mereka.
Disamping itu, adanya keinginan untuk merubah persepsi (stigma) masyarakat terhadap keberadaan kampung Putat Jaya yang terkenal dengan kampung prostitusi seperti Doli dan Jarak menjadi “Kampung Prestasi” melalui kegiatan olahraga beladiri Ju-jitsu.

adapun lokasi latihan yang baru dapat dilihat pada peta di bawah ini:

lokasi latian yg baru

Lemparan O-Soto-Gari


Kaki kiri melangkah maju mendekati kaki kanan lawan. Posisi kaki sudah harus melewati kaki lawan dan siap mengambil/mengait kaki kanan lawan

4

Kedua tangan mendorong tubuh lawan ke arah muka kiri bawah. Tangan Kanan mendorong tubuh lawan sementara tangan kiri menarik ke bawah sehingga posisi lawan sudah hampir hilang keseimbangannya.

5

Dengan melakukan kerjasama secara bersamaan antara tarikan dan dorongan dari tangan dan kaitan kaki kanan secara keras menyapu kaki lawan hingga kaki lawan terangkat ke atas.

6

Dengan badan membungkuk (condong ke depan) serta kaki kanan menyapu kaki kanan lawan, dibantu dengan adanya tarikan dan dorongan dari tangan maka lawan akan terlempar (terbanting).

7